Kisah Pemuda Sukses Asal Manggarai Yang Kerja Sebagai Ojek Online Di Bali

   Semangat untuk terus berjuang sering kali menjadi kunci dalam meraih mimpi, terutama bagi mereka yang lahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Kisah Arnoldus Frederikus Lawang, pemuda asal Kampung Lao Ngkor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang akrab disapa Kaka Nofry, menjadi gambaran nyata tentang hal tersebut. Sejak awal, hidup tidak memberinya banyak pilihan. Pendidikan tinggi bukan sesuatu yang mudah diraih karena tuntutan ekonomi keluarga harus didahulukan. Namun, keterbatasan itu tidak memadamkan keinginannya untuk mengubah masa depan melalui pendidikan, meskipun jalan yang harus ditempuh jauh dari kata mudah.

   Pada tahun 2018, Kaka Nofry memutuskan merantau ke Bali untuk bekerja. Tujuan utamanya sederhana, yaitu membantu orang tua, kakak, serta membiayai sekolah adik-adiknya di kampung halaman. Ia bekerja sebagai cleaning service di Rumah Sakit Siloam, dengan penghasilan yang sebagian besar dikirim ke Manggarai. Dalam kondisi seperti ini, kuliah terasa sebagai mimpi yang terlalu tinggi. Namun, dari rutinitas kerja yang berat dan penghasilan yang terbatas, tumbuh kesadaran bahwa tanpa pendidikan, hidup akan berjalan di tempat. Ia mulai memahami bahwa kerja keras saja tidak selalu cukup jika tidak disertai dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan.

   Kesadaran tersebut mendorong Kaka Nofry mengambil keputusan besar pada 2019, yakni mendaftar kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Bali. Keputusan ini diambil dengan penuh risiko dan pada awalnya tidak diketahui keluarga. Kuliah dijalani sambil tetap bekerja, dengan segala keterbatasan yang ada. Waktu sering kali terasa tidak cukup, tekanan biaya terus menghantui, dan kelelahan menjadi bagian dari keseharian. Meski demikian, Kaka Nofry juga aktif dalam berbagai organiasi. Aktivitas ini memberinya banyak pelajaran tentang tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama, meskipun sekaligus menambah beban dalam mengatur waktu.

    Padatnya aktivitas membuat Kaka Nofry harus mencari pekerjaan yang lebih fleksibel. Ia kemudian memilih menjadi pengemudi ojek online. Pekerjaan ini memberinya keleluasaan mengatur waktu antara kerja, kuliah, dan kegiatan organisasi. Ketika pandemi Covid-19 melanda dan banyak orang kehilangan penghasilan, pekerjaan sebagai ojek online tetap menjadi sandaran hidup. Dengan pengelolaan keuangan yang ketat, penghasilan dari ojek online mampu menopang biaya kuliah hingga ia lulus sebagai sarjana. Tidak hanya itu, dari hasil kerja yang sama, Kaka Nofry dapat membantu adik-adiknya terus bersekolah, membantu kakaknya secara ekonomi,serta membangun rumahnya hingga membeli kendaraan yang kemudian dikembangkan menjadi usaha Rental Mobil Manggarai Nuca Lale Rent Car di Bali.

    Perjalanan hidup Kaka Nofry menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukan akhir dari segalanya. Jalan menuju pendidikan memang tidak selalu lurus dan penuh kemudahan, tetapi tetap bisa ditempuh dengan ketekunan dan kemauan yang kuat. Kisah ini memberi pesan penting bagi banyak anak muda Indonesia: jangan menyerah pada keadaan awal. Pendidikan mungkin harus diperjuangkan sambil bekerja, dengan lelah dan penuh pengorbanan, tetapi hasilnya dapat membawa perubahan nyata. Tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Dari jalanan sebagai ojek online, harapan itu tetap tumbuh, dan masa depan dapat dibangun selangkah demi selangkah.

Editor : Wilhelmina Mun

Kisah Sukses Pemuda Asal Manggarai Yang Kerja Sebagai Ojek Online Di Bali