
Mahasiswa UNESA Asal Manggarai Raih Medali Emas Tarung Bebas
Wilhelmina Mun



Mahasiswa UNESA Asal Manggarai Raih Medali Emas Tarung Bebas
Apriano Putra Pratama Patut merupakan putra Manggarai yang dikenal sebagai salah satu atlet tarung bebas yang berprestasi. Ia berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Tarung Bebas Piala Bupati Magetan 13 desember 2025 sebuah pencapaian yang membanggakan sekaligus menjadi bukti nyata dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat juang yang terus ia bangun selama bertahun-tahun. Prestasi ini tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses latihan yang konsisten, pengorbanan waktu, serta komitmen kuat untuk terus mengasah kemampuan di bidang olahraga bela diri. Keberhasilannya meraih medali emas tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga membawa kebanggaan bagi keluarga, komunitas, dan daerah asalnya.
Apriano lahir dan dibesarkan di sebuah desa kecil, Desa Ndiwar, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai. Lingkungan tempat ia tumbuh membentuk karakter sederhana, tangguh, dan pantang menyerah. Dengan keterbatasan fasilitas dan akses, Apriano belajar sejak dini untuk tidak mudah menyerah pada keadaan. Justru dari desa kecil inilah tumbuh mimpi besar untuk berkembang dan membuktikan bahwa anak daerah juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat yang lebih luas. Nilai-nilai kerja keras, disiplin, dan kebersamaan yang ia peroleh dari lingkungan keluarga dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidupnya.
Saat ini, Apriano merupakan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan telah memasuki semester 5. Sebagai mahasiswa, ia berupaya menyeimbangkan tanggung jawab akademik dengan aktivitas pengembangan diri di bidang olahraga. Ia merupakan salah satu anak bimbingan Komunitas Tunas Muda Bercahaya yang berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri pada tahun 2023 melalui jalur seleksi nasional. Keberhasilan ini menjadi langkah awal yang sangat berarti dalam membuka peluang masa depan, baik di dunia akademik maupun profesional.
Komunitas Tunas Muda Bercahaya merupakan komunitas sosial yang digagas oleh anak-anak muda Manggarai dengan fokus pada pendampingan dan edukasi terkait persiapan masuk perguruan tinggi negeri serta informasi beasiswa. Komunitas ini hadir sebagai ruang berbagi informasi, penguatan mental, dan motivasi bagi anak-anak muda daerah agar berani melanjutkan pendidikan tinggi dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada pembentukan sikap mental yang siap menghadapi tantangan.
Selain memberikan edukasi dan pemahaman mengenai jalur masuk perguruan tinggi negeri dan beasiswa, Komunitas Tunas Muda Bercahaya juga secara konsisten memberikan motivasi dan arahan kepada mahasiswa bimbingannya. Mahasiswa didorong untuk aktif terlibat dalam berbagai organisasi kampus, kegiatan sosial, maupun ruang pengembangan diri lainnya. Keterlibatan dalam organisasi dipandang sebagai sarana penting untuk melatih kepemimpinan, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta jejaring yang akan sangat mendukung perjalanan akademik dan karier di masa depan.
Kisah Apriano menjadi salah satu contoh nyata bagaimana motivasi, arahan, dan pendampingan yang tepat dapat mendorong anak muda daerah untuk berkembang dan berprestasi. Prestasi yang ia raih hari ini merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui dengan kesungguhan dan komitmen. Diharapkan, melalui pendekatan yang terus dilakukan oleh Komunitas Tunas Muda Bercahaya, akan lahir lebih banyak anak-anak muda Manggarai yang mampu mengembangkan potensi diri dan menorehkan prestasi di berbagai bidang, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.
Penulis Wilhelmina Mun
l











