Rahasia dibalik Kusuksesan Pemilik Usaha Properti Di Surabaya
Wilhelmina Mun



Sebagian besar masyarakat yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar tentu tidak asing dengan kawasan perumahan elit bernama Ciputra. Namun, sering kali kita hanya mengenal nama perumahannya, tanpa benar-benar mengetahui siapa sosok di baliknya dan bagaimana perjalanan hidupnya hingga mampu membangun kerajaan bisnis yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari properti, pusat perbelanjaan, hingga pendidikan. Di balik nama besar tersebut berdiri sosok Dr. Ir. Ciputra, seorang pengusaha nasional yang oleh berbagai media disebut sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, dengan nilai aset yang mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah.
Perjalanan hidup Ciputra juga tidak terlepas dari dunia pendidikan. Ia menempuh pendidikan Sarjana (S1) di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada jurusan Arsitektur. Namun, Ciputra sendiri kerap menegaskan bahwa kesuksesan tidak semata-mata ditentukan oleh latar pendidikan atau kondisi awal seseorang. Ia tumbuh dalam keterbatasan dan terbiasa bekerja keras sejak muda demi membantu keluarganya. Dari pengalaman hidup itulah lahir keyakinan bahwa perubahan hidup datang dari keberanian untuk bermimpi, keberanian memulai langkah, serta kesediaan mengambil keputusan di tengah risiko.
Keberanian mengambil sikap tersebut terlihat jelas ketika Ciputra membangun Dunia Fantasi (Dufan). Pada masa itu, ia belum memiliki modal yang cukup untuk mewujudkan gagasannya. Namun, dengan melihat peluang besar dari perkembangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat, Ciputra mengambil keputusan penting dengan meminjam dana sebesar Rp7 miliar dari bank. Keputusan ini bukanlah tindakan nekat, melainkan hasil dari perencanaan yang matang dan visi jangka panjang. Dalam waktu sekitar empat tahun, pinjaman tersebut berhasil dilunasi, dan Dufan berkembang menjadi ikon hiburan nasional yang bertahan hingga kini. Dari pengalaman ini kita belajar bahwa kesuksesan selalu melalui proses, dan di dalamnya ada risiko, kegagalan, serta keberanian untuk bangkit kembali.
Memasuki era globalisasi dan digitalisasi, kondisi justru semakin memberi harapan bagi banyak orang. Akses terhadap permodalan kini jauh lebih mudah dibandingkan masa lalu, dengan persyaratan yang semakin sederhana dan transparan. Berbagai bank menghadirkan beragam solusi pembiayaan, baik untuk usaha kecil, menengah, maupun pengembangan bisnis, sehingga modal tidak lagi menjadi hambatan utama untuk memulai. Di sisi lain, akses informasi bisnis juga semakin terbuka luas. Ide usaha, peluang pasar, hingga jaringan kolaborasi dapat diperoleh dengan cepat melalui teknologi digital dan relasi online.
Situasi ini menunjukkan bahwa kesuksesan hari ini tidak lagi ditentukan oleh latar belakang pendidikan semata, kondisi ekonomi awal, atau siapa kita berasal. Yang jauh lebih penting adalah keberanian untuk bermimpi, berani memulai, dan berani bertahan ketika jatuh. Orang-orang sukses bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, melainkan mereka yang berani bangkit kembali setelah terjatuh. Belajar dari Dr. Ir. Ciputra, Permodalan dari perbankan tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai alat untuk menangkap peluang, selama digunakan dengan tujuan yang jelas dan dikelola secara bertanggung jawab. Dari sinilah harapan tumbuhbahwa siapa pun bisa memulai, bertumbuh, dan pada akhirnya memberi cahaya bagi sesama.
Rahasia di balik Kesuksesan Pemilik Usaha Properti di Surabaya
Konsultasi Pinjaman Perbankan
WhatshApp











